Overblog
Edit post Follow this blog Administration + Create my blog
SEOTAMA

Atto Sakmiwata Sampetoding Harapkan Pemilu Kondusif

April 9 2019 , Written by SEOTAMA Published on #Berita

Pemilu 2019 menjadi puncak kegiatan berdemokrasi di Indonesia, untuk memilih kepala negara dan wakil-wakil rakyat di lembaga-lembaga perwakilan yang ada. Pelaksanaannya menjadi hajatan yang masif dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai koordinator di seluruh Indonesia. Atto Sakmiwata Sampetoding melihatnya sebagai sarana menumbuhkan kepedulian akan masa depan bangsa Indonesia.

Pemilu yang kondusif akan terwujud dengan kegiatan kampanye yang mengedepankan partisipasi sukarela dari pendukung, penyampaian tujuan-tujuan kebangsaan dan kenegaraan yang ingin dicapai apabila mendapat amanat rakyat untuk menjalankan dan mengawasi roda pemerintahan dalam 5 tahun.

Pemilu merupakan kegiatan politik yang mengikutsertakan anggota masyarakat seluas-luasnya dalam memilih figur-figur pemimpin, mulai dari kepala pemerintahan dan perwakilan rakyat yang dinilai dan dipilih karena bisa membawa tongkat estafet manajemen negara dan bangsa.

TNI dan Polri merupakan institusi negara yang mengemban amanat untuk memberikan rasa aman atau suasana kondusif kepada masyarakat selama masa kampanye sampai dengan hari pemungutan suara pada 17 April. Rasa aman ini menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Atto Sakmiwata Sampetoding pemilik Blog ini mengatakan: "Kondisi yang kondusif diyakini akan memberikan gambaran yang lebih baik akan kepercayaan terhadap demokrasi dan legitimasi pemilu."
Dalam berita utama yang diturunkan Harian Kompas pada 2 April 2019 menunjukkan bahwa golput (golongan putih) masih menjadi tantangan sampai saat ini ketika pemilu langsung pertama kali dilaksanakan pada tahun 1999.

Tingkat partisipasi yang tinggi dari pemilih yang mempunyai hak pilih tertinggi tercapai pada tahun tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya menunjukkan situasi yang stagnan, walaupun tingkat pertumbuhan populasi menunjukkan pertambahannya yang cukup signifikaan selama 14 tahun sampai 2014.

Situasi kondusif memang tidak hanya didominasi oleh faktor keamanan sosial dan politik serta kenyamanan secara fisik, tetapi juga perlu dijaga dan ditumbuhkan melalui sosialiasi dan pendidikan mengenai pemilu sebagai penentu arah masa depan bangsa dan kegiatan kampanye yang diselenggarakan oleh partai politik dan calon pemimpin yang ingin dipilih sebagai peserta pemilu.

Dengan jumlah populasi yang besar dan karakteristik masyarakat yang khas dari Sabang sampai Merauke tersebar di kota-kota besar sampai pelosok terpencil dan diaspora Indonesia di luar negeri, merupakan sebuah pencapaian prestasi dengan penyelenggaran pemilu yang bebas dan aman sampai 8 delapan kali dan akan menandai Pemilu yang ke-sembilan pada tahun 2019.

Dengan adanya infrastruktur fisik yang semakin merata melalui tol darat dan tol laut dan juga adanya “tol langit” melalui jaringan satelit Palapa Ring, diharapkan bahwa penyelenggaraan pemilu akan menjadi sebuah tradisi kebangsaan yang bisa berjalan lebih baik dan efisien.

Share this post
Repost0
To be informed of the latest articles, subscribe: